Perpisahan tidak dapat dihindari kali ini. hanyalah kesedihan yang tertinggal dihati dimo dan kawan-kawan yang masih bekerja di perusahan itu. Hidup ini memang tidak ada yang kekal , semua akan kembali dan berpisah . Tidak akan bersama terus-menerus ataupun kekal selama-lamanya.
Alif seorang pramuniaga yang telah mengabdi sekitar 2 tahun lebih kepada perusahaan tersebut. Namun, pengabdiannya harus berhenti karena kontrak yang telah habis. Tidak ada yang dapat lagi diperbuat oleh alif. Kecuali, cepat mencari kerja yang baru sehingga dapat menghasilkan uang kembali untuk keluarganya. Semua itu dilakukan untuk bertahan hidup dikota Jakarta yang keras ini.
Terdengar memang tidak mudah untuk mencari kerja dalam jangka singkat. Mengingat UMR tahun ini naik sekitar 45 %. Menyebabkan banyak perusahaan menghemat biaya dan mungkin memutuskan sebagian hubungan kerja dengan karyawan.Kebijakan sesat yang telah ditetapkan perusahaan sangat merugikan karyawan. Kejadian itu nantinya akan terus berulang kepada karyawan non-tetap yang saat ini masih bekerja saat ini.
Sekarang dimo kehilangan partner kerjanya. Seperti ada yang ganjil saat melewati hari demi hari tanpa alif. Tetapi semua itu tidak menjadikan semangat dimo untuk kerja dengan maksimal menurun. Dimo tetap bekerja seperti biasa layaknya seperti pramuniaga lainnya.
Penulis berpesan untuk kalian saat ini yang sedang sedih " SEMANGAT ".
Ditulis Oleh
Antoni Clianto










