Donasikan harta anda di jalan ALLAH SWT

Segera investasikan harta anda dengan donasi untuk bekal nanti di Akhirat. Anda dapat mendonasikan sebagian rezeki anda ke Mesjid yang saat ini sedang di renovasi atau dibangun. Saya hanya sebagai perantara saja. Semoga amal kita diterima Allah SWT.

Kisah Barseso Yang Terkena Tipu Daya Setan

Dahulu ada seorang ulama yang terkenal dimana-mana. Mampu berjalan diatas permukaan air karena sangat sholeh. Namun akhir hayatnya tidak cukup baik, karena terkena tipu daya setan yang menyamar seperti manusia.

Langit Dan Bumi Ini Tidak Terjadi Dengan Sendirinya

Dalam cerita ini adalah tentang seorang komunis dan seorang ulama. Seorang komunis itu berpendapat bahwa langit dan bumi terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Sedangkan seorang ulama mempunyai pendapat yaitu langit dan bumi ini terjadi karena ada penciptanya, tidak dapat terjadi dengan sendirinya.

Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Friday, February 28, 2014

Ide Untuk Jakartaku Yang Lebih Baik

Ide Untuk Jakartaku Yang Lebih Baik
Jakarta adalah ibukota negara indonesia. Kota yang tumbuh pesat sebagai ibukota negara. Jakartaku penuh dengan cerita yang menarik untuk disimak. Jakarta punya sejarah yang panjang sampai maju seperti ini. Berbagai suku agama bersatu padu hidup rukun saling berdampingan. Saling menghargai satu dan lainnya membuat masyarakat jakarta aman walaupun perbedaan terlihat nyata.

Tidak dapat dipungkiri, Jakarta masih mempunyai daya tarik yang sangat kuat untuk penduduk kota lainnya untuk bermigrasi. Banyak yang rela meninggalkan kampung halamannya demi mengadu nasib di ibukota. Ada banyak kisah orang-orang sukses setelah mengadu nasib di jakarta. Namun banyak juga yang berakhir di jalanan dan terpaksa menghinakan diri.

Berbagai masalah krusial yang belum dapat tertangani dengan baik contohnya kebanjiran dan kemacetan. Dari pemimpin yang satu ke pemimpin lainnya, Jakarta masih belum dapat dikatakan berhasil dalam melawan banjir dan kemacetan. Karena kurangnya fasilitas transportasi masal yang baik dan kurangnya taman untuk serapan air hujan.

Terlalu banyaknya gedung-gedung pencakar langit di Jakarta, menjadikan Jakarta seakan-akan kurang ramah lingkungan. Belum lagi udara knalpot yang sehari-hari di hirup masyarakat jakarta sangat memperihatinkan. Sudah seharusnya Pemerintah menyeimbangkan keadaan tersebut dengan pembukaan lahan terbuka hijau.

Beberapa waktu yang lalu jakarta terendam oleh genangan air banjir. Saya sempat mengabadikan genangan air tersebut melalui smartphone. Sungguh sangat menyedihkan apabila banjir datang, karena semua aktivitas menjadi lumpuh total. Kemacetan juga semakin parah yang terjadi dimana-mana ketika banjir. Akhirnya kita semua juga yang mendapatkan dampak dari semua ini.

Pemeritah bukan tidak berbuat apa-apa, selama kepemimpinan Jakarta yang baru saya melihat banyak sekali terobosan-terobosan. Salah satunya adalah membuat sumur resapan air di setiap jalan yang terindikasi akan tergenang air banjir saat kali meluap. Namun itu semua tidak cukup untuk mengatasi banjir. Perlu peranan warga Jakarta yang baik dan lebih ramah dengan lingkungan agar banjir tidak kembali menggenangi Jakarta.

Masyarakat seharusnya lebih perduli terhadap lingkungannya. Hentikan membuang sampah ke kali dan meninggalkan tanah yang seharusnya tidak digunakan untuk tempat tinggal. Karena sudah banyak pemerintah menyediakan sarana dan prasarana untuk tempat tinggal yang lebih layak. Terdengarnya cukup kasar ya, tapi ini kenyataannya. Jakarta memang keras bung …!!! Jadi apabila tidak mempunyai keahlian khusus dan skill yang mencukupi, jangan coba datang ke Jakarta.

Sebagai warga jakarta yang baik, saya pun ingin Jakarta tumbuh dan berkembang lebih baik lagi. Saya punya ide yang cukup gila untuk diterapkan. Memang dan mungkin agak susah diwujudkan di Jakarta. Tapi namanya usaha pasti ada jalan keluarnya. Bagaimana jika Jakarta memiliki transportasi masal yang berjalan di atas air. Saya namakan TRANSJAKIR ( Transportasi Jakarta Air ). Jadi bentuknya seperti mobil perahu yang mampu berjalan di sungai-sungai dan kali kali di jakarta.

Program ini dapat diterapkan pada daerah-daerah yang dikelilingi sungai-sungai atau kali-kali besar. Contohnya di jakarta utara dan sekitarnya dapat diterapkan. Semoga bisa membantu mengurangi beban aspal jalan yang sering dilalui mobil-mobil kontainer bermuatan banyak dan berat.

Sebelum pemerintah membuat transportasi air ini, banyak sekali yang harus di benahi. Dari pembersihan sampah dikali dan sungai yang sudah tidak bersahabat lagi. Sampai menanamkan budaya bersih entah dengan peraturan yang membuat efek jerah atau pengawasan yang lebih diperketat. Perlu kerja ektra keras dan dana yang tidak sedikit untuk mewujudkan Jakarta bebas banjir .

Semua usaha yang kita lakukan tida dapat terwujud, tanpa dukungan dari warga Jakarta. Untuk warga Jakarta yang masih menggunakan kendaraan pribadi di mohon untuk meninggalkan kebiasaannya. Marilah kita membangun Jakarta yang lebih ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih baik lagi. Kita sebenarnya juga tidak bisa menyalakan orang-orang yang senang menggunakan kendaraan pribadi. Mereka melakukan seperti itu karena belum adanya transportasi masal yang aman, nyaman dan murah.

Demikianlah tulisan saya kali ini yang berjudul “Ide untuk Jakartaku yang lebih baik”. Saya berharap ibukota Jakarta akan tumbuh pesat dan berkembang dengan dibarengi perluasan kawasan terbuka hijau yang ramah lingkungan. Memiliki pemimpin-pemimpin yang amanah dan dapat dipercaya. 

Salam Blogger
Ditulis oleh Antoni CLianto

Saturday, February 1, 2014

Pohon tumbang yang kulihat hari ini

Pohon tumbang yang kulihat hari ini
Jakarta ibukota indonesia, penduduknya terlalu padat sehingga penataan kotanya pun menjadi berantakan. Ruang terbuka hijau sudah sangat jarang ditemukan di ibukota dan yang menjamur adalah gedung-gedung mall. Tidak heran jika banyak gedung-gedung menjulang tinggi di ibukota ini. Daerah resapan air pun sudah bisa dibilang sudah sedikit sekali. Karena terlalu banyak penduduk yang tidak mempunyai tempat tinggal. Mereka terpaksa membangun rumah didaerah yang tidak seharusnya digunakan untuk tempat tinggal. Contoh nyatanya seperti dekat pinggir rel kereta api, waduk yang disulap menjadi bangunan rumah, dan dibawah-bawah jembatan ataupun jalan tol.

Musibah yang terjadi di ibukota adalah balasan terhadap perilaku masyarakat yang tidak peduli akan lingkungan. Beberapa waktu lalu banjir melanda ibukota dan mungkin sampai saat ini masih ada kawasan yang tergenang air banjir akibat luapan kali yang jebol tanggulnya. Ruang tebuka hijau pun sekarang sudah jarang, pohon-pohon yang hanya berada disisi jalan dengan lebar dan luas tanah yang kurang memadai menjadikan pohon tersebut mudah tumbang.

Hari ini pada awal bulan februari ditahun 2014, saya menemukan pohon tumbang di jalan daan mogot tepatnya dibelakang jalan gedung indosiar. Pohon yang tumbang menutupi setengah jalan yang ada. Kendaraan pun terpaksa melambat untuk menghindari pohon yang tumbang. Tidak jelas penyebabnya kenapa pohon itu bisa tumbang. Saya sempat abadikan melalui ponsel yang saya bawa saat itu. Waktu saya terbatas jadi tidak terlalu lama saya abadikan, karena ada tugas yang lebih penting.



Untuk pemerintah setempat untuk lebih peduli dan memperhatikan pohon yang rapuh dan akan tumbang. Perlu peran pihak yang bertanggung jawab untuk menebang pohon yang rapuh sehingga tidak memakan korban jiwa. Namun jangan hanya menebang pohon saja giat, jangan lupa untuk menanamnya kembali bibit pohon yang akan menggantikan (regenerasi). Ingat bung jakarta sudah panas karena terlalu banyak kendaraan, pabrik, dan berbagai macam polusi udara.

Demikianlah tulisan kali ini yang berjudul “Pohon tumbang yang kulihat hari ini”. Dengan harapan kota jakarta menjadi lebih baik kedepannya. Mohon maaf apabila ada pihak yang tersinggung, karena saya tidak punya kekuatan untuk mengendalikan jakarta. Saya hanya memiliki pena untuk mengomentari yang menurut saya masih kurang baik. Baca juga artikel tentang Software Point of Sales Online Omega Pos Cloud

Salam blogger,
Ditulis oleh Antoni CLianto

Friday, January 31, 2014

Hujan Punya Cerita Tentangku

Malam ini adalah malam dimana aku dan keluarga berkumpul. Senang sekali rasanya bisa bercengkrama dengan keluarga dimalam yang sedang turun hujan. Suasana sejuk dan damai hujan membuat kami semua hanyut didalamnya. Hujan kali ini yang turun kebumi cukup deras, sampai suara televisi yang kami tonton tidak bersuara. Kami semua tidak memperdulikannya, karena sudah biasa kalau hujan turun.

Sejenak aku keluar rumah untuk melihat keadaan diluar. Sungguh terkejut melihatnya, ternyata selokan air telah penuh dan sudah menjangkau jalan aspal. Mencoba tenang dan kembali masuk ke dalam rumah. Aku tak memberi tahu dahulu kepada keluargaku takut mereka semua panik.


Detik demi detik berlalu, air hujan yang turun ke bumi mulai membuat sesak selokan air dan memuntahkan ke badan jalan. Banjir pun tidak dapat di hindari, namun air tidak masuk kedalam rumahku. Berhubung waktu sudah larut malam aku dan keluarga pun beristirahat sejenak mempersiapkan tenaga untuk esok hari.

Saat sedang tertidur aku pun dikejutkan oleh suara bapakku yg berteriak “banjir airnya sudah masuk kedalam rumah". Aku pun langsung terbangun dan kaget ternyata air banjir telah menyapu badan dan tempat tidurku yang berada dilantai. Aku lebih suka tidur dilantai yang beralaskan beberapa kain saja. Karena lebih menyatu dengan alam daripada menggunakan kasur busa apalagi spring bed.

Tak terasa air banjir masuk dengan cepatnya, menenggelamkan kasur-kasur biasa digunakan orang tuaku untuk tidur. Semua terlambat untuk diselamatkan dari air banjir. Dan akhirnya menjadi barang yang rusak dan berakhir ditempat sampah. Air yang seharusnya turun membawa berkah karena menumbuhkan yang ada dibumi. Namun ini membawa malapetaka. Semua dikarenakan kita belum peduli dengan lingkungan.

Pesan penulis : "Masyarakat seharusnya bisa peduli dengan lingkungannya. Jangan membuang sampah ke selokan air, kali, sungai, dan sejenisnya". Apabila banjir siapa yang rugi? Apa hanya pelaku nakal itu saja? Tidak bukan, tapi kita semua yang terkena dampaknya. Mari kita semua untuk saling gotong royong untuk lingkungan yang lebih baik.

Demikianlah ceritaku dalam yang berjudul "Hujan Punya Cerita Tentangku". Apabila sobat punya cerita juga bisa berkomentar dibawah ini. Terima kasih atas responnya. Baca juga artikel tentang Software Point of Sales Online Omega Pos Cloud

Salam Blogger,
Ditulis oleh AntoniCLianto

Sunday, August 4, 2013

Pagi yang indah tanpa kehadiran kamu


Pagi yang indah dijakarta, ketika kita dapat merasakan sejuknya udara perkotaan ini yang semakin lama seperti asap knalpot. Udaranya dingin karena mungkin diguyur hujan yang rutin. Apabila kemarau, udara menjadi sangat gersang. Begitulah keadaan di kota metropolitan yang semakin maju ini. Saya melaju bersama roda besi melalui badan-badan jalan di ibukota sambil sekali-kali saya menghirup bersihnya udara pagi ini dijakarta.

Hampir setiap hari aku bertemu dengan yang namanya kereta api. Dan setiap hari pula dia yang menghadangku untuk sampai ke tempat kerja. Aku memahami itu semua. Namun akibat dia lewat banyak pengguna jalan yang melakukan pelanggaran karena untuk menghindari macet yang di timbulkan dari palang perlintasan kereta api. Sungguh tidak mencerminkan pengguna jalan yang baik.

Saat ini aku berharap bisa bertemu kamu di pagi yang indah ini. Tak sabar ku melepas kerinduan ini. Walaupun baru berapa hari kita tidak bertemu, rasanya ada yang kurang dalam diriku. Ibarat puzzle ada satu bagian yang hilang. Kurang lengkap sepertinya dipagi ini. Satu bagian itu adalah kamu.
Setelah lama aku menunggumu di tangga dekat pintu masuk, aku tak kunjung melihat kamu. Aku memutuskan untuk masuk saja tanpa ada kamu . Mengingat jam kerja sebentar lagi akan dimulai.

Pagi yang indah tanpa kehadiran kamu disisiku. Berharap hari esok kamu bisa menemaniku, menemani disetiap langkah-langkahku.

Thursday, July 18, 2013

Hari yang gelap


Hari ini jum’at, 12 April 2013 . Hari yang gelap, dimana seorang muslim untuk melaksanakan ibadah solat jum’at. Di hari ini terjadi peristiwa yang tidak asing lagi bagi warga jakarta.

Pemadaman listrik bergilir adalah peristiwa yang terjadi di hari jum’at ini. Walaupun tidak seluruhnya. Dampak yang dihasilkan akibat pemadaman listrik cukup besar. Terutama bagi usaha kecil menengah yang berada di sekitar rumah yang mengalami pemadaman listrik.


Mereka mengalami kerugian apabila alatnya tidak dapat beroperasi. Contohnya seperti bengkel las, tukang cukur rambut dan lain-lain. Mungkin pasti ada yang berkata”kenapa tidak menggunakan jenset???” Masalahnya tidak semua usaha kecil menengah memiliki jenset. Jenset harganya juga relatif mahal. Jadi tenaga listrik menjadi sumber yang sangat penting dalam menjalankan roda bisnis.

Apabila pemerintah dapat membantu mereka dalam hal pembelian jenzet itu sangat membantu, namun itu mustahil. Karena biaya yang dikeluarkan akan membengkak. solusi terakhir adalah apabila akan ada pemadaman listrik. Pemerintah menyediakan jenset keliling untuk memasok listrik usaha kecil menengah. Semua itu dilakukan agar usaha kecil menengah dapat tetap eksis dan aktif di dunia bisnis.

lanjut ke ceritaku “Aku pun bergegas jum’at, solat memang lebih khusuk dalam keadaan yang hening. Namum karena banyaknya jama’ah yang hadir. Maka kami semua berlomba-lomba menghirup udara yang masih tersisa didalam ruangan mesjid. Dalam keadaan pemadaman listrik, otomatis semua elektonik tidak dapat berfungsi. Terutama komponen penting ialah kipas angin, baik itu yang tergantung di langit-langit ataupun yang berdiri sendiri menggunakan kaki.

Kita mengadari bahwa pemadaman listrik yang saat ini terjadi pasti ada penyebabnya. Kita kurang paham atas semua penjelasan yang dituturkan penyedia listrik negara, karena kita hanya orang awam yang hanya dapat menerima kebijakan pemerintah. Tanpa ada kekuatan untuk menolaknya.

Begitu besar dampak yang ditimbulkan terhadap kita yang sehari-hari telah kecanduaan akan tenaga listrik.

Demikianlah tulisan kali ini dengan judul hari yang gelap. Apabila kalian memiliki pendapat dapat disampaikan melalui kolom komentar dibawah.

Ditulis oleh

Catatan : Artikel ini adalah hasil pindahan dari website saya yang lama . ( jakarta.id1945.com)

Hidup di Antara Narkoba


Artikel kali ini tentang dimo yang bertahan Hidup di Antara Narkoba. Hari jum’at tanggal 16 Februari 2013, Tidak seperti biasanya dimo harus berangkat kerja. Hari itu dimo kebetulan sedang tidak masuk kerja dikarenakan libur.
Walaupun dimo libur, dia harus tetap mengerjakan kewajibannya sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tua. Maka dari itu dimo melakukan aktifitas mencuci baju dikalah itu.

Setelah selesai mencuci baju, Dimo pun bersiap untuk masuk pada tahap penjemuran baju. dimo mengangkat ember tempat untuk membawa pakaian yang telah dicuci olehnya ke tempat penjemuran. Kebetulan letaknya di lantai 2 , sesaat dimo keluar pintu untuk menjemur pakaiannya. Dimo terdiam sesaat , karena menghirup udara yang asing. Hatinya berkata ” bau apa ini ? Apa ada yang bakar pada siang hari yang terik ini ” Selidik punya selidik , dimo pun mngetahui asal bau itu dari mana. Dimo pun terkejut melihat anak yang masih dibawah umur menghisap narkoba jenis ganja. Ter-iris hati dimo melihat kejadian itu. Seharusnya anak sekecil itu tidak melakukan hal keji seperti itu. Sebagai penerus bangsa seharusnya dapat membawa nama indonesia dikanca dunia lewat prestasi. Namun yang disaksikan dimo itu tidak mencerminkan generasi penerus yang dapat mengharumkan nama bangsa di kanca internasional .

Ironis memang melihat itu semua, dibutuhkan peran orang tua, masyarakat dan pendidikan agama sejak kecil itu faktor utama untuk mencegah semua itu terjadi.
Hari demi hari dilewati oleh dimo tinggal dilingkungan para pecandu narkoba . Kini narkoba telah menjadi kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan pada lingkungan dimo. Hanya dimo dan sebagian kecil pemuda lah yang tidak menggunakan narkoba. Mengingat mengunakan narkoba dapat merusak segalanya. Dari hal yang terkecil sampai terbesar. Dan narkoba tidak bermanfaat jika digunakan.
Pesan untuk para pemerintah yang mempunyai kekuasaan dan serta para penegak hukum : cobalah menyisir tempat-tempat yang rawan menggunakan narkoba. Menangkap produsen-produsen narkoba dan memberi hukum yang seberat-beratnya. Kalau memungkinkan hukuman mati layak diterapkan karena berapa banyak anak bangsa yang mati karena narkoba.

Di tulis oleh
Antoni CLianto

Catatan : Artikel ini adalah hasil pindahan dari website saya yang lama . ( jakarta.id1945.com)

Kerasnya Hidup di Kota Jakarta


Dalam postingan kali ini berjudul Kerasnya Hidup di Kota Jakarta. Hari ini hari minngu tidak ada yang spesial . Saya bangun pagi seperti biasa dan bersiap bekerja pada hari ini. Maklum perusahaan dimana saya bekerja memberlakukan sistem shift-shiftan. Minggu ini saya masuk shift pagi, saya pulang ke rumah jam 17.20 dan sampai dirumah jam 17.45. Tidak memakan waktu yang lama. Mengingat letak rumah dan tempat saya bekerja tidak jauh.

 Sesampai saya dirumah, saya langsung istirahat. Tidak lama kemudian , sesuatu yang aneh nampak di hadapan mata saya. Gerombolan orang datang sambil membawa soundsystem. Dalam hati kecilku berkata ” ada acara apa ini? Dangdutankah di waktu yang hampir ingin magrib”

Saya penasaran, ada apa ya? Selidik punya selidik ternyata kesenian kuda lumping jalanan beraksi.Pertunjukan dimulai dengan menyalahkan lagu dangdut. Ciri khas musik seniman jalanan. Show time…!!!

Pertunjukan yang sangat menarik dan bagi saya mengerikan. Seorang manusia memakan gabah dan beling bohlam. Tersentak hati saya melihat hal yang tidak biasa itu. Walaupun dia hakikatnya sedang dikuasai makhluk gaib . Tetapi dalam hati kecil saya berkata “apa sesulit ini mencari sesuap nasi untuk makan dikota jakarta yang besar ini”. Mereka harus melakukan hal seperti itu baru bisa makan.

Ironis sekali melihat kepincangan ekonomi yang terjadi. Lapangan kerja yang sedikit tidak mencukupi kebutuhan warga jakarta dan warga kota lain yang ingin mengadu nasib dijakarta. Pemerintah seakan tak peduli pada nasib masyarakat jakarta. Dan pada akhirnya masyarakat kecil yang menjadi korban.
Pesan saya untuk kalian semua yang ingin datang ke Jakarta. Bekalilah anda dengan kemampuan (skill) yang cukup untuk bertahan hidup di Jakarta. Jangan datang bila tidak mempunyai bekal tersebut. Nanti pasa akhirnya akan menderita bila tidak mempunyai kemampuan tersebut saat datang ke Jakarta.

Ditulis oleh
Antoni CLianto

Catatan : Artikel ini adalah hasil pindahan dari website saya yang lama . ( jakarta.id1945.com)

Sunday, June 30, 2013

Selamat Tinggal Printer Kesayanganku

selamat tinggal printer kesayanganku

Mentari pagi mulai terbit di ufuk timur. Suara ayam tidak terdengar di pagi hari ini, hanya suara bising knalpot tetangga yang berbunyi. Saat tiba kembali kealam dunia ini, saya teringat akan suatu janji. Janji untuk mengantar sebuah printer ke suatu daerah penggilingan. Saya pun bergegas untuk bersiap-siap. Di saat semua itu berjalan, saya berpikir ada sesuatu yang masih mengganjal. Apakah bisa saya membawa printer seorang diri?? Teman sebaya saya sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jadi tidak ada yang dapat diharapkan untuk menemani saya.

Akhirnya saya berangkat dengan mengunakan sebuah tali diikat dibelakang kendaraan. Berharap printer yang akan dijual itu tidak terjatuh sampai tujuan. Didalam perjalanan saya menemukan ciri khas kota jakarta. Kemacetan lalu lintas yang terjadi di daerah pulo gadung. Kemacetan ini saya rasa adalah disebabkan karena pembuatan jalan yang belum selesai. Belum lagi perilaku pengguna jalan yang terkadang ugal-ugalan dan volume kendaraan yang padat merayap menjadikan macet tidak terhindarkan.

Setelah berjalan cukup lama dan bertanya-tanya kepada orang disepanjang jalan yang saya lewati. Akhirnya ketemu dengan calon pembeli printer. Kali ini saya bertemu calon pembeli yang sangat ramah, saya di jamu dengan sebotol tehh. Cukup untuk menghilangkan rasa dahaga setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh. Setelah pembeli setuju, saya pun melepaskan printer kesayanganku yang telah menemaniku hampir 1 tahun. Dia telah berjasa bagi keluargaku. Terutama untuk kepentingan sekolah adikku. Untuk mengeprint tugas-tugas sekolahnya.

Ada sedikit penyesalan ketika menjual printerku. Karena ternyata besok harinya adikku membutuhkan printer itu untuk mencetak hasil pendaftaran online. Akhirnya dia mencetak di warnet terdekat. Bagaimana pun semua itu telah terjadi, nasi telah menjadi bubur. Printer itu dijual karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mengingat saya belum gajian. 

Selamat Tinggal Printer Kesayanganku

Di tulis Oleh

Monday, June 17, 2013

Indahnya Udara Pagi Ini di Jakarta

Jakarta pagi, hari ini ada yang tidak biasa dengan jakarta. Udaranya sejuk seperti dipuncak, ku nikmati dulu sejenak, walaupun sudah jam 7. Seharusnya saya sudah mandi untuk berangkat kerja. Namun saya masih menikmati indahnya udara pagi ini di Jakarta. Ku hirup dalam-dalam dan ku hembuskan perlahan. Berbeda dengan hari biasanya, dimana asap knalpot dan berbagai macam asap bercampur jadi satu. Sehingga udarapun tidak layak untuk masuk ke paru-paru manusia.


Saat sedang asik menghirup udara sejuk. Awan hitam sudah menyelimuti langit-langit. Tak lama mendung pun berganti hujan. Saya pun tersadar dari khayalan yang tidak mungkin terjadi pada ibukota jakarta ini. Jakarta saat ini yang maju membuat masyarakatnya mengabaikan kerusakan lingkungan. Mereka bergotong-royong membangun kota ini, namun tidak menjaganya tetap asri dan sejuk yang bersahabat dengan kesehatan kita. Kendaraan berkembang biak dengan cepat, dari yang roda empat sampai yang roda dua pun sama. Dampaknya udara ibukota tercemar asap yang dihasilkan kendaraan.

Hujan pun deras, tidak terasa air di selokan sudah meluap ke jalan. Saya bergegas untuk berangkat kerja, takut banjir pada awal tahun ini terjadi kembali. Berpakaian lengkap seperti layaknya pemadam kebakaran . Berharap seragam kerja saya tidak tersentuh air. Sebab pakaian itu yang menemani saya untuk mencari sesuap nasi. Apabila sampai menghisap air, terpaksa harus dikenakan sampai kering dibadan.

Berhubung jalan tidak terlalu sesak dengan kendaraan. Tidak memakan banyak waktu dan dapat melenggang kekanan dan kekiri, saya pun tiba dilokasi saya kerja. Ternyata baru beberapa teman saja yang sudah tiba.

Ditulis Oleh