Donasikan harta anda di jalan ALLAH SWT

Segera investasikan harta anda dengan donasi untuk bekal nanti di Akhirat. Anda dapat mendonasikan sebagian rezeki anda ke Mesjid yang saat ini sedang di renovasi atau dibangun. Saya hanya sebagai perantara saja. Semoga amal kita diterima Allah SWT.

Kisah Barseso Yang Terkena Tipu Daya Setan

Dahulu ada seorang ulama yang terkenal dimana-mana. Mampu berjalan diatas permukaan air karena sangat sholeh. Namun akhir hayatnya tidak cukup baik, karena terkena tipu daya setan yang menyamar seperti manusia.

Langit Dan Bumi Ini Tidak Terjadi Dengan Sendirinya

Dalam cerita ini adalah tentang seorang komunis dan seorang ulama. Seorang komunis itu berpendapat bahwa langit dan bumi terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Sedangkan seorang ulama mempunyai pendapat yaitu langit dan bumi ini terjadi karena ada penciptanya, tidak dapat terjadi dengan sendirinya.

Friday, July 25, 2014

Kejujuran Yang Menyelamatkan Jiwa Sang Santri

Kejujuran-Yang-Menyelamatkan-Jiwa-Sang-Santri

Kejujuran adalah satu sikap yang sudah semakin langkah saat ini. Banyak yang melalaikan suatu amanat kerena demi mendapatkan sesuatu yang menguntungkan. Seseorang yang memiliki sifat jujur akan selamat dunia dan akhirat. Simaklah cerita berikut ini tentang sebuah kejujuran dan memegang teguh sebuah amanat.

Dahulu ada seorang santri yang pulang kerumah dan akan kembali ke pesantren. Namun disebuah perjalanan dia dihalangi oleh seorang perampok yang kejam. Kejujuran santri tersebut dapat menyelamatkannya dari sebuah kematian dan kebangkrutan harta di dunia.

Pada saat sang santri akan berangkat ke pesantren, orang tua sang santri berpesan kepada anaknya. Untuk selalu jujur dan memegang teguh sebuah amanah dalam keadaan apapun. Anak yang berbakti itu selalu mendengarkan apa yang baik dari orang tuanya katakan. Memegang teguh kata-kata orangtua adalah sebuah sikap berbakti sang anak.

Alkisah anak santri itu berangkat ke pesantren untuk menuntut ilmu . Namun dalam ditengah perjalanan dia melihat orang-orang yang bersedih karena dirampok disuatu jalan tertentu yang akan dilewati anak tersebut. Anak santri itu terlihat santai sekali dan tidak merasa takut, padahal dia akan melewati sarang penyamun.

Ketika akan melewati jalan tersebut, anak itu tidak melakukan persiapan apapun. Hanya pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT yakin bahwa dia akan baik-baik saja. Keyakinan yang kuat kepada Allah SWT menjadikan santri itu tenang melewati jalan tersebut.

Saat sedang berjalan, anak santri itu dikejutkan oleh seorang laki-laki berwajah ganas. Terlihat nyata golok yang terikat disabuk ikat pinggang. Dan terjadilah percakapan antara anak santri itu dengan sang perampok.

  • Perampok : Apa yg kau bawa didalam tasmu itu?
  • Santri : Didalam tasku ada uang dan emas untuk bekal selama mengikuti pesantren
  • Perampok : Kenapa kamu begitu jujur? Apa kamu tidak takut saya rampas semua harta kamu?
  • Santri : Sudah menjadi kewajiban saya untuk tidak berbohong, karena saya hendak berangkat orang tua saya berpesan untuk tidak berbohong dalam kondisi apapun.
  • Perampok : Banyak orang yang menutupi hartanya dengan kebohongan agar hartanya tidak saya rampas. Tapi kamu berbeda dengan orang-oranh biasanya. Jadi saya memutuskan untuk tidak merampok harta kamu karena kamu sudah jujur dan memegang teguh amanah oranh tua kamu.
  • Santri : Terima kasih, bolehkah saya melanjutkan perjalanan kembali?
  • Perampok : Silahkan, saya akan mengawal kamu agar tidak dirampok sama teman-temanku yang lain.
Begitulah ceritanya kurang lebih yang saya dapatkan dari seorang ustadz ketika ceramah. Bahwasanya ketika itu kejujuran sang santri dapat menyelamatkan harta dan jiwanya.

Sekian postingan artikel yang berjudul "Kejujuran Yang Menyelamatkan Jiwa Sang Santri", saya harapkan kalian mendapat inspirasi untuk selalu jujur dalam situasi apapun. Diri saya pribadi ingin selalu berkata jujur untuk selamat dunia dan akhirat.

Ditulis Oleh : Antoni Clianto

Saturday, July 5, 2014

Budak Yang Ternyata Wali Allah SWT

Budak-Yang-Ternyata-Wali-Allah-SWTArtikel kali ini adalah sambungan cerita dari postingan berjudul "ulama yang pakaiannya kotor". Silahkan di simak atau jika belum membaca artikel sebelumnya silahkan membacanya. Agar dapat mengetahui cerita selengkapnya.

Ulama yang pakaianya kotor itu pun tidak mengganti pakaiannya ataupun beranjak pulang. Ia melanjutkan ceramah untuk mengisi acara yang sedang berlangsung. Dalam ceritanya beliau menceritakan tentang seorang budak yang ternyata seorang wali Allah.

Ulama itu memulai ceramahnya dan beginilah isi ceramahnya kurang lebih. Pada zaman dahulu kala ada suatu perkampungan yang sangat kering. Hujan tak kunjung datang untuk menyapu dasar tanah. Kekeringan dan kelaparan terjadi dimana-mana.

Sudah banyak cara untuk mengundang hujan turun. Namun, hujan pun tidak turun juga. Akhirnya tokoh masyarakat setempat berencana untuk mengadakan solat istiqoh ( solat meminta hujan ). Hanya itu salah satu cara untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Sudah seharusnya seorang hamba meminta pertolongan kepada sang pencipta langit dan bumi.

Pada saat waktu yang ditentukan tiba. Masyarakat pun berbondong-bondong untuk melakukan solat istiqoh. Dengan pakaian bagus nan indah ulama dan masyarakat melaksanakan solat istiqoh. Namun hujan pun tidak turun juga setelah solat dilaksanakan. Mereka pun semua kebingungan dan sedikit kecewa karena hujan tidak turun.

Tak lama masyarakat dan sesepuh membubarkan diri, munculah seorang pemuda berpakaian sederhana. Ia langsung mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a. Seketika hujan pun turun dari langit membasahin bumi. Para jama'ah pun terkejut akan do'a pemuda itu yang langsung dikabulkan oleh Allah SWT.

Sesepuh dan parah ulama setempat langsung hendak menghampiri pemuda tersebut. Namun sang pemuda itu berlari dengan cepat. Karena rasa penasaran semua kalangan masyarakat, akhirnya mereka semua mengikuti sang pemuda tersebut.

Sampailah pemuda itu dan bergegas untuk masuk ketempat dimana dia tinggal dan bekerja. Masyarakat pun akhirnya mengikuti pemuda, para ulama sudah mengetahui bahwa dia itu adalah seorang wali Allah. Karena ketika dia berdoa maka doanya langsung dikabulkan.

Akhirnya para ulama dapat menemuinya dan berbincang sedikit namun diperbincangan yang sedang berlansung, pemuda itu meminta izin untuk solat terlebih dahulu. Lalu masuklah pemuda itu untuk melaksanakan solat dan berdoa.

“Ya Allah, Kewalian hamba sudah diketahui banyak orang. Maka matikan lah hamba segera.”
Terlalu lama ulama-ulama yang menunggu diluar, untuk menanyakan kepada pemuda tersebut banyak hal. Mereka tidak mengetahui bahwasanya sang pemuda tersebut telah dipanggil menghadap Allah SWT. Karena tidak sabar para ulama langsung masuk ke dalam tempat dimana pemuda itu melaksanakan solat. Namun mereka mendapatkan pemuda itu sudah tidak bernafas lagi alias meninggalkan dunia yang fana ini.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan, bahwa kita tidak boleh menilai orang hanya dari luarnya saja. Kita harus menghormati setiap manusia apabila ingin dihormati.
Jangan karena dia seorang budak maka dengan seenaknya kita memperlakukannya. Kita harus adil kepada semua orang tanpa membedakan perbedaan. Demikianlah cerita yang berjudul "Budak Yang Ternyata Wali Allah SWT".

Salam berbagi
Ditulis oleh Antoni Clianto

Saturday, May 24, 2014

Ulama Yang Pakaiannya Kotor

Manusia itu adalah makhluk istimewa yang telah dipercaya dan mendapatkan amanat Allah SWT untuk menjadi khalifah dibumi. Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai bentuk dan berbeda status sosialnya. Ada yang miskin dan ada yang kaya. Namun kebanyakan dari kita memandang seseorang dari penampilan atau status sosialnya. Sebenarnya itu sangat disayangkan sekali.
Cerita dibawah ini adalah tentang ulama dihargai karena pakaiannya. Saya dapatkan cerita ini dari guru ngaji dan sedikit ditambahkan agar enak untuk dibaca dan mudah dipahami.
Ada seorang ulama besar yang sangat pandai dan telah terkenal akan ilmunya bukan popularitasnya. Sang ulama yang selalu tampil rapi memakai imama. Selalu hadir tepat waktu dan selalu hadir. Jika tidak hadirpun pasti ada keperluan yang mendadak dan darurat.
Suatu ketika ulama tersebut diundang untuk mengisi ceramah agama disuatu daerah. Akhirnya pada hari yang ditentukan ulama tersebut datang untuk memberikan ceramah agama. Setelah sampai ditempat parkir yang sangat luas, ulama segera memasuki mesjid.
Sambutan yang meriah begitu berasa ketika akan memasuki mesjid. Iring-iringan marawis yang sangat meriah dan adanya petasan untuk isyarat bahwa yang ceramah telah tiba. Sepanjang jalan menuju mesjid ulama itu menjadi pusat perhatian.
Saat memasuki mesjid, para jamaah segera menghampiri ulama tersebut untuk cium tangan. Banyak sekali yang cium tangan sampai memakan waktu yang tidak sebentar. Setelah selesai ulama itu duduk sejenak sebelum ceramah untuk istirahat.
Setelah dirasa cukup waktu istirahat, panitia langsung memberikan kesempatan untuk ceramah. Namun apa yang dilakukan ulama itu. Sang ulama itu mengambil makanan yang ada lalu membaluri ke pakaiannya yang putih bersih sehingga kotor.
Para jamaah terheran-heran melihat peristiwa itu. Kenapa sang ulama tersebut bukannya memberikan ceramah, tapi malah berbuat seperti itu. Salah satu dari mereka bertanya kepada ulama tersebut.
Jamaah : kyai kenapa pakaiannya diusap-usap dengan makanan? 
Ulama : saya akan kembali bertanya pada jamaah. Kenapa saya begitu dihormati dengan pakaian yang seperti ini? Beberapa saat lalu saya menghadiri acara agama seperti ini dengan memakai pakaian sederhana. Tidak ada satupun iring-iringan dan penghormatan yang berlebihan seperti yang saya dapat hari ini. Apakah dengan pakaian yang bagus kalian menghormati seseorang? Jika terlihat tidak enak kalian beri hinaan dibelakangnya.
Semua jamaah yang hadir terdiam dan tidak bisa berkata-kata. kemudian setelah kejadian itu sang ulama tersebut tetap memberikan ceramah agama dengan pakaian yang kotor dengan makanan.

Lanjut membaca artikel sambungan dari postingan ini yaitu Budak yang Ternyata Wali Allah SWT.
Ditulis oleh Antoni CLianto

Friday, April 18, 2014

Anak Adalah Sebuah Amanah


Anak adalah sebuah anugrah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Sebuah amanah yang harus kita jaga dan didik sebaik-baiknya. Anak juga cerminan dari orang tuanya. Ibaratnya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Apabila anda saat ini telah menjadi ayah, didiklah anak itu sebaik-baiknya dengan cinta dan kasih sayang. Karena anak kelak dapat menyelamatkan anda di akhirat nanti , jika menjadi anak yang sholeh/sholeha. Celakanya jika kita salah mendidik , anak itu akan meminta pertanggung-jawaban kita nanti kelak di akhirat.

Di zaman sekarang, anak-anak sangat sulit diatur atau menghormati orang yang lebih tua. Bukan bermaksud ingin dihargai sebagai yang lebih tua. Namun, sudah seharusnya orang lebih tua dihormati. Sama seperti ketika aku masih kecil. Orang yang lebih tua itu harus dihormati.

Melihat cerminan anak sekarang yang sangat sulit diatur dan apabila dilarang malah semakin jadi, membuatku sangat miris sekali. Aku bertanya-tanya dalam hati " apakah orang tuanya tidak mengajarkan ? Atau memang anaknya yang nakal.

Orang tua harus berusaha mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Dari kecil harus diajarkan agama. Agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman tentang agama itu sangat penting untuk ditanam sejak dini.

Demikianlah tulisan kali ini tentang "anak adalah sebuah amanah". Penulis tidak bermaksud menjadi tua dan lebih berpengalaman dari pembaca. Namun disini , penulis hanya semangat berbagi dan mengingatkan. Apabila berkenan silahkan berkomentar dikolom yang terdapat dibawah ini.

Ditulis oleh Antoni Clianto

Friday, March 28, 2014

Terima Kasihku Kepada Ibuku


Hari ini kusempatkan untuk menulis artikel khusus buat ibuku tersayang. Karena pada hari jum'at tanggal 28 maret ini adalah hari dimana aku dilahirkan. Dengan susah payah ibu aku berjuang selama 2 hari 2 malam untuk melahirkanku.

Dua puluh satu tahun yang lalu aku dilahirkan ke dunia ini. Perkenalkan namaku Antoni Clianto biasa dipanggil toni. Bekerja di perusaahaan swasta saat ini. Hobi aku menulis dan berbagi pengetahuan. Ibu dahulu adalah seorang pedagang mie ayam di jalan kemayoran gempol. Sekarang setelah pindah rumah menjadi penjaga kost, karena tiada lahan untuk berjualan.

Aku ingin sekali, Ibuku menikmati masa tuanya dengan nikmat tanpa kerja keras. Sebenarnya dia ingin sekali pulang ke kampung halamannya di brebes dan tinggal menetap disana. Namun, bapakku tidak ingin tinggal disana. Karena saudara sedarahnya tinggal dijakarta semua. Persaudaraan yang kuat menjadikan dia dan adiknya tidak ingin dipisahkan tempat.

Ibuku merawat toni kecil dengan penuh kasih sayangnya. Tidak terasa semua itu kurasakan sampai saat ini tanpa berkurang sedikitpun. Benar sekali bahwa kasih ibu itu sepanjang masa dan sampai kapanpun selama masih bisa dilakukannya.

Sebagai anak pertama yang kelak akan menjadi tulang punggung keluarga, aku selalu berusaha untuk membahagiakan kedua orangtuaku dan adikku yang masih duduk di sekolah menengah kejuruan. Semangat anak pertama yang aku miliki,  selalu ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Semua itu dilakukan demi keluarganya.

Ibu aku menyayangi kamu, seperti kamu menyayangiku sejak lahir hingga saat ini. Aku sadar seberapa kuat pun aku berusaha untuk membalas semua kasih sayang ibu terhadapku, itu semua tidak akan terbalaskan. Walaupun memberikan semua fasilitas mewah dan harta yang banyak.

Ibu mungkin aku saat ini belum sukses dan menjadi orang yang dapat membanggakan orang tua. Mulai detik ini  aku janji akan berbakti dan menuruti semua perintahmu yang baik sampai nanti. Terima kasih ibu sudah menjadi suatu motivasi dalam hidupku untuk terus maju dalam kebaikan.

Salam Cinta untuk IBU
Ditulis oleh Antoni CLianto

Sunday, March 16, 2014

Kisah Barseso Yang Terkena Tipu Daya Setan

Kisah Barseso Yang Terkena Tipu Daya Setan - Dahulu ada seorang ulama yang terkenal dimana-mana. Mampu berjalan diatas permukaan air karena sangat sholeh. Namun akhir hayatnya tidak cukup baik, karena terkena tipu daya setan yang menyamar seperti manusia.
Suatu hari masuklah setan yang menyamar dan menyerupai seperti pemuda yang ingin belajar. Setelah diterima pemuda itu langsung masuk kedalam kamar tempat dia beristirahat. Tidak ada yang mengetahui bahwa pemuda itu sebenarnya adalah setan yang menyerupai manusia. Hanya Allah SWT yang maha tahu segala yang terjadi dilangit maupun dibumi.
Kisah Barseso Yang Terkena Tipu Daya Setan

Sang santri itu tidak keluar kamar sekalipun selama 3 hari 3 malam. Dan membuat heboh dikalangan penghuni pesantren tersebut. Sepanjang titik tempat pesantren, banyak sekali yang membicarakan pemuda tersebut. Hingga akhirnya terdengar oleh ulama pimpinan pondok pesantren.

Sang ulama tersebut merasa penasaran dengan pemuda itu. Lalu hendak mengunjungi kamar dimana tempat anak muda itu beristirahat. Setelah sampai di depan pintu kamar sang ulama mengetuk pintu dan memberi salam.
Kyai Barseso : Assalamua'laikum
Pemuda : Wa'alaikumussallam.
Kyai Barseso : wahai anak muda, kenapa kau tidak keluar kamar selama 3 hari 3 malam? Senantiasa beribadah kepada Allah. Amalan apa yang membuat kamu kuat melaksanakan ibadah seperti ini.
Pemuda : Dahulu aku melakukan dosa besar, jadi aku khusuk untuk tobat. Apabila kyai mau merasakan nikmatnya beribadah dengan khusyuk, kyai harus melakukan dosa terlebih dahulu.
Kyai Barseso : Dosa besar apa yang pernah kau perbuat?
Pemuda : Membunuh manusia !!! Kyai harus membunuh terlebih dahulu, baru nanti akan menikmati nikmatnya beribadah.
Kyai Barseso : Membunuh itu dosa besar. Saya tidak ingin melakukannya.
Pemuda : Bagaimana kalau berzina?
Kyai Barseso : apa kamu bercanda anak muda? Mau dibilang apa nanti saya ini? Masa seorang kyai berzina.
Pemuda : bagaimana jika meminum minuman keras? Itu yang paling ringan menurutku.
Kyai Barseso : baiklah, tidak seberat dosa membunuh dan berzina.
Pemuda : nanti malam datang ya kyai ke kamar saya. Akan saya bawa kyai ke tempat minuman. Setelah berbuat maksiat kyai akan lebih khusyuk dan nikmat dalam ibadah.

Kyai Barseso dan Pemuda tersebut bertemu

Akhirnya pemuda dan ulama tersebut pergi ke tempat hiburan malam. Pemuda itu dan kyai masuk ke sebuah kamar kecil untuk meminum hammar (minuman keras). Dan datanglah seorang wanita membawa minuman keras dan menemani tamu yang datang.

Setelah meminum terlalu banyak, kyai itu menjadi mabuk dan tidak terkontrol akal fikirannya. Tanpa diduga karena sangat banyak menghabiskan minuman keras, sang kyai itu memperkosa wanita tersebut. Karena takut ketahuan orang banyak dia memperkosa, akhirnya kyai juga membunuh wanita tersebut.

Sekali mendayung 2 sampai 3 pulau terlewati. Setan tersebut tersenyum karena berhasil menipu sang kyai itu. Padahal meminum minuman keras itu adalah sumber dari kejahatan. Semua dosa dan maksiat dimulai dari minuman keras. Jangan pernah mencoba, walaupun hanya sedikitpun.

Setiap yang membuat kesalahan wajib mempertanggung-jawabkan perbuatannya. Setelah melakukan hal itu sang kyai ditangkap masyarakat dan seterusnya diserahkan ke pihak berwajib. Terlihat sekali penyesalan diwajah kyai tersebut.

Di dalam persidangan hakim memutuskan untuk melakukan hukuman gantung. Setimpal dengan perbuatannya yang telah memperkosa dan membunuh. Sang kyai itu sangat ketakutan sekali karena akan dihukum gantung beberapa hari lagi.

Detik-detik dihari penggantungan. Lagi-lagi setan itu menawarkan sesuatu tawaran yang diluar batas akal normal. Setan itu menawarkan keselamatan dari penggantungan kepada kyai itu. Terjadilah percakapan singkat sebelum kyai itu pulang dan kembali kepada Allah SWT.
Pemuda : sebentar lagi kyai akan digantung untuk menebus dosa-dosa. Namun jangan takut saya punya jalan keluarnya.
Kyai Barseso : apakah yang saya harus lakukan? (Dengan nada ketakutan)
Pemuda : kyai harus memberikan isyarat saat sebelum digantung , bisa iyaa atau tidak. Apabila iya kyai akan selamat dan kebal walaupun digantung. Namun jika tidak, kyai akan meninggal dengan hina.
Kyai Barseso : untuk apa saya berisyarat?
Pemuda : kyai harus bersaksi bahwa tiada Tuhan selain saya, karena akan menyelamatkan nyawa kyai. (astagfirullah)
Tibalah waktu penggantungan, kyai tersebut sudah siap digantung. Menunggu algojo menarik bangku yang digunakan untuk berdiri. Sebelum digantung pemuda itu memberi isyarat kepada kyai tersebut untuk mengakui tiada tuhan selain pemuda itu.

Alangkah bodohnya ketika manusia sudah sangat ketakutan menghadapi kematian. Akhirnya kyai itu berisyarat menyetujui dengan tanda menganggukan kepalanya. Karena saat ketakutan akan mati, dia mempercayai pemuda itu bisa menyelamatkannya dari hukuman gantung. Seketika kyai itu mati tanpa membawa iman setelah digantung.

Cerita diatas dapat kita simpulkan, bahwa siapapun bisa terjebak dalam kubangan lembah hitam sebagai tipu daya setan. Minuman keras itu adalah sumber dari kejahatan atau maksiat. Seorang kyai pun bisa tersesat karena setan yang menggoda juga level tinggi.

Cerita ini adalah legenda wali yang terkena tipu muslihat setan yang pernah di sampaikan oleh guru ngaji saya. Sebagai renungan untuk kita semua dan semangat berbagi ilmu kepada sahabat pembaca blog ini. Apabila ada kesalahan dalam penulisan harap dikoreksi. Semua yang baik datangnya dari Allah SWT, namun yang keliru itu adalah kebodohan diri saya.

Saturday, March 8, 2014

Langit Dan Bumi Ini Tidak Terjadi Dengan Sendirinya


Dalam cerita ini adalah tentang seorang komunis dan seorang ulama. Seorang komunis itu berpendapat bahwa langit dan bumi terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Sedangkan seorang ulama mempunyai pendapat yaitu langit dan bumi ini terjadi karena ada penciptanya, tidak dapat terjadi dengan sendirinya.

Perang pendapat tidak dapat dihindari pada saat itu, pada akhirnya mereka berdua sepakat untuk berdebat pada tanggal dan waktu yang telah ditentukan. Untuk membuktikan siapa yang benar dan masuk akal fikiran.

Hari dimana akan terjadi perdebatan antara seorang komunis dan seorang ulama tiba. Namun sang ulama itu tidak tiba pada waktu yang ditentukan. Seorang komunis itu beranggapan bahwa sang ulama itu pembohong dan tidak tepat waktu.

Si komunis tersebut dengan setia menunggu ulama itu datang. Berjam-jam telah berlalu ,namun ulama tersebut belum datang juga. Dia bersabar karena menurut dia pendapatnya adalah benar.

Telah lama menunggu akhirnyaa sang ulama tiba ditempat yang telah disepakati kedua belah pihak. Sesampainya ulama tiba, si komunis langsung bertanya kepadanya.

Komunis : anda telah ingkar janji, mengapa telat sampai ke tempat ini? Saya lebih baik pulang saja.
Ulama : tunggu tuan, jangan marah dulu. Saya akan menjelaskan semuanya kenapa saya telat sampai kesini.
Komunis : baiklah, apa alasan anda telat sampai sini?
Ulama : Pada saat saya hendak datang ketempat ini terjadi hujan yang sangat besar. Sehingga sungai yang biasanya dapat dilewati, sekarang banjir dan harus menggunakan perahu. Saya menunggu sungai itu sampai surut airnya. Karena itu adalah salah satu jalan penghubung ke tempat ini.
Komunis : apakah anda menggunakan perahu bisa sampai ke tempat ini? Sedangkan hujan masih sering terjadi. Mustahil apabila sungai itu kering begitu cepat.
Ulama : bukan tuan, saat saya mencari alternatif untuk menyebrang sungai terjadilah peristiwa di luar daya pikir manusia. Ada suatu pohon yang sangat besar tumbang dan memotong-motong dengan sendirinya. Merakit-rakit potongan demi potongan dan menyatu satu dan lainnya. Sehingga jadilah sebuah jembatan yang sangat panjang. Saat itu saya pergunakaan jembatan itu untuk menyebrang. Begitulah cerita singkatnya tuan.
Sang komunis itu terdiam sejenak dan berfikir menggunakan akal fikirannya. Merasa ada yang aneh lalu dia langsung membaantah atas ceritaa si ulama tersebut.
Komunis : tuan ini pembohong besar. Tidak mungkin pohon besar itu menjadi jembatan dengan sendirinya.
Ulama : kenapa ? Bukannya anda yang pembohong. Dengan pendapat anda yang menyatakan bahwa langit dan bumi ini jadi dengan sendirinya.
Sang komunis pun terdiam dan memikirkan hal yang baru saja terjadi. Akhirnya dia sadar bahwa langit dan bumi ini tidak terjadi dengan sendirinya, melainkan ada penciptanya. Dia merenungkan hal itu sampai tidak sadar sang ulama pergi meninggalkannya.

Demikianlah cerita tentang akidah bahwa langit dan bumi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Tidak ada maksud untuk menyinggung keyakinan seseorang. Penulis berharap agar kita semua dapat merenungkan dan membaca ciptaan Allah SWT.

Salam blogger
Ditulis oleh Antoni CLianto