Donasikan harta anda di jalan ALLAH SWT

Segera investasikan harta anda dengan donasi untuk bekal nanti di Akhirat. Anda dapat mendonasikan sebagian rezeki anda ke Mesjid yang saat ini sedang di renovasi atau dibangun. Saya hanya sebagai perantara saja. Semoga amal kita diterima Allah SWT.

Kisah Barseso Yang Terkena Tipu Daya Setan

Dahulu ada seorang ulama yang terkenal dimana-mana. Mampu berjalan diatas permukaan air karena sangat sholeh. Namun akhir hayatnya tidak cukup baik, karena terkena tipu daya setan yang menyamar seperti manusia.

Langit Dan Bumi Ini Tidak Terjadi Dengan Sendirinya

Dalam cerita ini adalah tentang seorang komunis dan seorang ulama. Seorang komunis itu berpendapat bahwa langit dan bumi terjadi dengan sendirinya tanpa ada penciptanya. Sedangkan seorang ulama mempunyai pendapat yaitu langit dan bumi ini terjadi karena ada penciptanya, tidak dapat terjadi dengan sendirinya.

Monday, February 16, 2015

Kisah Indah Tentang Istri Sholeha

Kisah Indah Tentang Istri Sholeha - Mimpi adalah bunganya tidur, namun mimpi itu ada yang datangnya dari Allah SWT ada juga yang dari setan. Apabila mimpi indah tentunya datang dari Allah SWT. Namun jika yang seram dan menakutkan itu biasanya tipu daya setan yang terkutuk untuk menggoda manusia untuk berfikir yang tidak baik. Mulai dari menerka-nerka atau mungkin meramalkan sesuatu yang belum tentu terjadi.

Pada artikel kali ini adalah tentang mimpi seorang tetangga yang melihat istri seorang sholeh yang telah meninggal. Di dalam mimpinya, tetangga melihat istri seorang yang sholeh sangat cantik dengan menggunakan gaun indah berwarna hijau. Alkisah dari seorang guru ngaji berpendapat, bahwasanya gaun atau pakaian berwarna hijau itu adalah pakaian surga. Wa'allahualam

cerita-istri-sholeha
Ilustrasi
Setelah kejadian pada malam tersebut, tetangga tersebut datang pada pagi harinya dan menceritakan semua yang dia lihat didalam mimpinya. Seorang sholeh itu sangat bahagia karena itu bertanda baik bahwa istrinya tenang di alam kubur sana. Karena dia yakin istrinya itu memang wanita yang sangat sholeha dan patuh kepada suaminya. Jadi akan mendapatkan kebaikan pula di akhirat nanti, buah dari kesabaran dia selama hidup mendampingi suaminya.

Karena rasa bahagianya, akhirnya suaminya menceritakan sedikit perjalanan hidupnya yang penuh kesabaran dan kepatuhan melayani suami. Diriwayatkan pada suatu pagi hari istri menyediakan secangkir kopi dan hendak menemaninya. Suaminya melontarkan kata-kata yang tidak biasa didengar dan terkesan bercanda.
Suami : Sayang, pagi gini enak banget minum minyak tanah.
Istri : iya, bener banget bang.
Istriku memang tidak mau membantah karena takut menyakiti suaminya. Dan ada satu kisah lagi saat kami berdua ingin kepasar. Saat itu kami berdua naik becak (kendaraan tradisional roda tiga hampir mirip sepeda). Saat itu suaminya berkata yang sedikit ngawur.
Suami : enak banget ya sayang kita naik mobil.
Istri : iya bang, nyaman banget lagi.
Dari dua kejadian tersebut dapat disimpulkan dia adalah istri sholeha yang tidak ingin membantah suaminya. Diakhir cerita suami yang sholeh itu tersenyum dan berkata "istri saya tidak ada duanya, dia sangat patuh dan berbakti terhadap suami. Aku ridho mempunyai istri seperti dia, semoga Allah SWT menempatkan dia di surga dan Insya Allah kita nanti dapat berjumpa lagi sebagai jodoh dunia akhirat".

Ditulis oleh Antoni Clianto

Saturday, November 22, 2014

Kisah Suami yang Tidak Cinta Dunia

Pada zaman dahulu kalah di wilayah arab ada sebuah pemandian air panas untuk orang-orang kaya arab. Tarif yang ditawarkan cukup mahal dan fantastis karena hanya orang kaya dan pejabat-pejabat yang biasa menggunakan pemandian itu. Namun orang sederhana juga dapat menggunakan jasa tersebut.

Kisah-Suami-yang-Tidak-Cinta-Dunia

Pada waktu yang sama, hiduplah Ahmad dan istrinya. Mereka hidup sederhana dan tidak cinta dunia dipinggiran kota. Hidup yang mereka jalani penuh dengan nikmat dan keberkahan. Namun seorang sufi itu tidak begitu peduli akan kehidupan di dunia ini. Karena hidup didunia ini hanya sementara dan tidak akan kekal.

Suatu hari sang istri pergi ke kota untuk berniaga di pasar. Jarak tempuh yang tidak dekat, namun dia tetap berjalan kaki setiap hari. Barang dagangannya diangkut oleh suaminya menggunakan gerobak.

Didalam perjalanan, sang istri melihat suatu tempat yang indah dan menarik dia untuk memdatanginya. Ternyata tempat tersebut adalah pemandian air panas yang sangat mewah. Istinya belum mengetahui trmpat apa itu, sehungga dia meminta izin kepada suaminya tersebut dan diizinkan.

Sesampai didepan tempat pemandian air panas itu, sang istri tersebut tidak dapat mendekat karena ada penjaga dan tempat untuk membeli tiket masuk. Dia melihat mahalnya harga tiket masuk untuk dapat mandi ditempat itu. Sehingga dia kecewa berat karena dia tidak mempunyai uang yang cukup.

Sang istri kembali ke pasar, karena suaminya akan mengajar disuatu sekolah islam dekat rumah. Hari itu berjalan dengan biasanya, dan mereka berdua sampai dirumah seperti biasa. Terjadi percakapan antara Ahmad dan istrinya.

  • Ahmad : Istriku, tadi kamu darimana saja? Aku mencarimu
  • Istri : aku tadi habis melihat pemandian air panas dalam perjalanan menuju ke pasar. Bolehkah aku menikmati pemandian air panas tersebut?
  • Ahmad : Silahkan saja, jika kamu menginginkan itu. Namun tunggu 3 hari ya, aku harus mencari uangnya terlebih dahulu karena harganya mahal
  • Istri : baiklah, tapi tidak bisakah 1 hari saja suamiku?
  • Ahmad : mohon maaf istriku, segitulah kemampuanku. Kamu harus bersabar dalam mendapatkan sesuatu karena semua tidak ada yang instan. Kita ini bukan orang kaya seperti mereka yang dapat setiap hari menikmati kemewahan itu.

Sang istri akhirnya menerimanya, walaupun raut wajahnya tidak ada keikhlasan. Setelah pembicaraan tersebut, mereka berdua lalu beristirahat sejenak dan makan malam bersama.

Setelah 3 hari kemudian
Hari-hari cepat berlalu, mendekatkan kita dengan kematian. Istrinya menagih janji kepada suaminya akan keinginannya menikmati pemandian air panas ditengah kota. Setelah mendapatkan uang dari suaminya, sang istri langsung bergegas mengunjungi pemandian ait panas itu.

Sesampai di pemandian tersebut, dia langsung masuk untuk segera menikmatinya. Namun sebelum sampai di tempat keinginannya, dia dihalangi oleh petugas keamanan. Petugas keamanan itu mengampiri dia dan berkata " sedang apa ibu disini?". Lalu wanita itu menjawab "saya ingin mandi di dalam". Petugas keamanan menjawab kembali " mohon maaf ibu, hari ini tempat ini di booking full tanpa adanya pelanggan yang lain".

Rasa kecewa yang tidak tertahan karena telah lama ia menunggu selama tiga hari hanya untuk menikmati pemandian air panas. Akhirnya ia pulang kerumah dengan wajah yang tidak enak dipandang. Ada rasa kekecewaan kepada suaminya, karena terlalu lama memberikan uangnya.

Hari itu sungguh sangat mengecewakan untuk istrinya tersebut. Akibatnya pada hari itu dia tidak melakukan aktifitas sehari-hari. Dia langsung pulang dan meratap di dalam kamarnya.

Ahmad itu bertanya-tanya dalam hatinya "ada apa ini? Istriku tidak kembali ke tempat berniaga hari ini. Ahmad memutuskan untuk pulang lebih awal dan sekaligus mencari istrinya yang tidak tahu dimana.

Sampailah Ahmad di depan rumah dan dia melihat pintu tidak terkunci dengan baik. Dia memutuskan untuk mengecek kedalam kamar. Dan ternyata, dia melihat sang istri sedang menangis sekencang-kencangnya. Segera Ahmad itu bertanya apa yang terjadi kepada istrinya.
  • Ahmad : wahai istriku... !!!! Ada apa dengan dirimu? Kenapa menangis seperti itu? Istrinya hanya terdiam dan tidak mengeluarkan satu katapun. Kemudian syeik itu bertanya kembali.
  • Ahmad : apa ada hubungannya denganku? Sehingga kamu menangis seperti ini? Lalu sang istri baru membalas dengan jawaban yang tidak enak didengar telinga.
  • Istrinya : semua ini salahmu... !!! Aku kecewa sekali memiliki suami sepertimu.

Dengan bingungnya Ahmad kembali bertanya dan penasaran apa yang sedang terjadi dengan istrinya.

  • Ahmad : kenapa begitu istriku? Aku telah memenuhi kewajibanku sebagai suami. Walaupun keinginanmu tidak dapat langsung terwujud karena masalah uang. Tapi lepas dari itu semua, aku menyayanyi kamu dengan tulus dan ikhlas.
  • Istri : Kamu memberiku uang terlalu lama, sehingga aku gagal mendapatkan keinginanku. Kamu harus tau, aku hari sedih sekali. Karena disaat aku ingin menikmati pemandiaan air panas dan aku telah memiliki uang, namun tempat itu sudah penuh disewa oleh orang kaya. Pokoknya aku menyesal menikah denganmu, karena tidak dapat memenuhi keinginanku.
  • Ahmad : baiklah kalau kamu menyesal dengan pernikahan kita, ayo ikut aku.

Akhirnya Ahmad itu mengajak istrinya ke kamar mandi dan tepatnya di sumur tempat mereka menimbah air untuk keperluan sehari-hari. Seketika Ahmad itu menjatuhkan ember, entah apa yang ia lakukan. Setelah di angkat, sungguh mengejutkan ternyata bukan air yang ada di ember tersebut.

Ahmad berkata " ini yang kamu inginkan istriku? Sambil menyodorkan ember yang berisikan emas batangan. Istrinya berkata "iya suamiku, jadi aku dapat membeli semua keinginanku. Suamiku, apakah sumur kita berisikan banyak emas? Segera ambil suamiku, agar kita cepat kaya dan tidak miskin seperti ini"

Ahmad pun berkata "kalau seperti keinginanmu, sekarang aku mengajukan pertanyaan kepadamu. Kamu memilih aku apa emas ini?". Istrinya memikirkan dengan baik-baik dan terdiam. Istrinya berkata kembali "tidak suamiku, aku memilihmu dan tidak ingin kehilanganmu.

Akhirnya istrinya Ahmad sadar bahwa hidup di dunia ini hanya sementara, harta tidak akan dapat menolong kita di Akhirat nanti. Dengan sadarnya istrinya ahmad, dia sekarang tidak terlalu berambisi akan kesenangan dunia.

Ditulis oleh Antoni CLianto

Saturday, August 16, 2014

Sahabat Sejati Yang Sesungguhnya

Sahabat-Sejati-Yang-SesungguhnyaSahabat sejati yang sesungguhnya adalah mampu menemani kalian dalam keadaan apapun. Ketika sedang suka ataupun duka. Pilihlah sahabat sejati yang sebenarnya dan dapat menemani kalian dalam menjalani hidup yang penuh dengan tipuan belaka. Kita semua harus cerdas dalam menghadapi tipu daya dunia yang tidak kekal.

Cerita kali ini adalah tentang sahabat sejati yang sebenarnya dan dapat menyelamatkan kita semua. Jangan salah memilih ya sahabat pembaca, penasaran untuk membaca ceritanya? Simak terus ya artikel ini sampai tuntas. Karena ada pesan yang terkandung dan dapat menjadi sebuah renungan kita semua.

Dalam cerita ini terdapat 4 karakter yang sebutkan dengan istilah huruf. Pertama pemeran utama adalah kamu semuanya dan 3 karakter lainnya sebut saja A, B, dan C. Kamu berteman dengan ketiganya cukup sangat baik, namun kamu lalai dalam masalah keadilannya.

Waktu kamu lebih banyak dihabiskan untuk si A, hanya sebagian untuk B, dan si C hanya dapat dari sisa keduanya. Kamu dalam hal ini sudah tidak adil kepada ketiganya dan lebih banya menghabiskan waktu untuk si A. Walaupun begitu kamu tetap menjaga hubungan di antara ketiganya.

Suatu ketika kamu mendapatkan kecelakaan dan kendaraan kamu menghilangkan sebuah nyawa. Akhirnya kamu dituntut dan masuk ke persidangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan. Kamu saat itu sangat takut sekali, karena dalam waktu dekat akan menjalani sebuah persidangan. Mengingat kamu adalah seorang yang sebatang kara tidak ada yang menemani, kecuali ketiga temanmu itu.

Akhirnya kamu memutuskan untuk meminta bantuan kepada ketiga teman kamu. Dalam ketakutan yang kuat, kamu memimirkan hal yang tidak-tidak sehingga stres berkepanjangan. Takut apabila nanti saat dipengadilan tidak ada yang menemani dan membelanya.

Singkat cerita, kamu pergi berkunjung ke rumah teman kamu si A. Rencananya untuk meminta agar ditemani saat menghadapi persidangan. Namun apa mau dikata, teman kamu sih A tidak bersedia menemani karena masih ada urusan yang lebih penting. Padahal kamu telah berkorban banyak waktu untuk dia, tapi masih tetap tidak dapat menemaninya.

Tidak langsung berputus asa, kamu pun menemui si B untuk meminta pertolongan. Setelah sampai di tempat si B, kamu langsung menjelaskan apa yang kamu alami. Apa yang terjadi? Ternyata si B pun tidak sanggup menemani kamu didalam persidangan. Hanya saja, dia bersedia untuk mengantarkan sampai didepan pintu pengadilan tersebut.

Rasa kecewa menghantui kamu, karena dua teman baikmu yang bisa dapat dikatakan sahabat menolak untuk menemani kamu dalam menjalani persidangan. Namun disela-sela waktu kamu sedang kecewa, kamu ingat akan teman kamu si C.

Harapan besar untuk mendapatkan teman dalam menemani sidang tidak akan disia-siakan. Kamu langsung bergegas untuk menemui si C untuk meminta pertolongan.
Sesampai kamu ditempat kediaman si C, kamu langsung menceritakan sesuatu yang menimpa kamu beberapa waktu yang lalu. Si C sebagai yang mungkin agak terlupakan mendengarkan dengan penuh perhatian. Akhir dari pembicaraan tersebut, si C bersedia untuk menemani kamu dalam menjalani persidangan.

Rasa lega pun menemani hati kamu, karena sudah dapat teman untuk mengantar sekaligus menemani dalam persidangan. Sejak saat itu kamu tidak membedakan-bedakan teman untuk saling berbagi kasih sayang dan ilmu pengalaman. Sekian

Dalam cerita ini terdapat filosofi pada setiap karekternya. Penulis akan jelaskan dibawah ini, silahkan disimak ya:
  • Pertama adalah si A, A itu adalah usaha dan pekerjaan kamu.
Kamu banyak menghabiskan banyak waktu untuk mendapatkan uang sebagai nafkah untuk keluarga kamu. Lebih dari 8 jam kamu mendedikasikan untuk pekerjaan dalam menghasilkan uang.
  • Kedua adalah si B, B itu adalah keluarga kamu.
Mungkin keluarga kamu hanya mendapatkan sebagian dari waktu kamu. Untuk berbagi dan bersuka ria dalam kualitas waktu bersama tidak sebanyak yang kamu habiskan untuk pekerjaan kamu.
  • Ketiga adalah si C, C itu adalah ibadah kepada Allah dan bersedekah.
Berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk beribadah kepada Allah. Tuhan semesta alam ini dan sekaligus yang menciptakan kamu. Hanya sebentar saja, kecuali di bulan Ramadhan. Mungkin hanya dibulan Ramadhan saja waktu ibadah kita menjadi dua kali lipat.
  • Persidangan
Persidangan dalam cerita ini adalah diibaratkan sebagai persidangan terakhir. Proses dalam menghadap Allah dan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita yang ada di alam dunia yang tidak kekal ini.

Cerita ini memberikan sebuah gambaran yang sangat jelas. Bahwasanya yang dapat menyelamatkan kita di akhirat nanti adalah amal ibadah dan amal jariah kita pada saat didunia. Mulailah dari sekarang untuk mempersiapkan itu semua, karena semua itu datangnya pasti. Rasulullah telah berpesan 14 abad yang lalu “Peganglah Alqur'an dan as sunnah(hadist), niscaya kamu semua tidak akan sesat”.

Penulis sebagai sesama muslim, mengingatkan kepada saudara-saudara untuk tetap berada dijalan yang lurus. Penulis bukan ingin merasa lebih pintar, tapi karena panggilan dakwah. Untuk menyebarkan agama Allah melalui blog ini

Ditulis oleh Antoni Clianto

Friday, July 25, 2014

Kejujuran Yang Menyelamatkan Jiwa Sang Santri

Kejujuran-Yang-Menyelamatkan-Jiwa-Sang-Santri

Kejujuran adalah satu sikap yang sudah semakin langkah saat ini. Banyak yang melalaikan suatu amanat kerena demi mendapatkan sesuatu yang menguntungkan. Seseorang yang memiliki sifat jujur akan selamat dunia dan akhirat. Simaklah cerita berikut ini tentang sebuah kejujuran dan memegang teguh sebuah amanat.

Dahulu ada seorang santri yang pulang kerumah dan akan kembali ke pesantren. Namun disebuah perjalanan dia dihalangi oleh seorang perampok yang kejam. Kejujuran santri tersebut dapat menyelamatkannya dari sebuah kematian dan kebangkrutan harta di dunia.

Pada saat sang santri akan berangkat ke pesantren, orang tua sang santri berpesan kepada anaknya. Untuk selalu jujur dan memegang teguh sebuah amanah dalam keadaan apapun. Anak yang berbakti itu selalu mendengarkan apa yang baik dari orang tuanya katakan. Memegang teguh kata-kata orangtua adalah sebuah sikap berbakti sang anak.

Alkisah anak santri itu berangkat ke pesantren untuk menuntut ilmu . Namun dalam ditengah perjalanan dia melihat orang-orang yang bersedih karena dirampok disuatu jalan tertentu yang akan dilewati anak tersebut. Anak santri itu terlihat santai sekali dan tidak merasa takut, padahal dia akan melewati sarang penyamun.

Ketika akan melewati jalan tersebut, anak itu tidak melakukan persiapan apapun. Hanya pasrah dan berserah diri kepada Allah SWT yakin bahwa dia akan baik-baik saja. Keyakinan yang kuat kepada Allah SWT menjadikan santri itu tenang melewati jalan tersebut.

Saat sedang berjalan, anak santri itu dikejutkan oleh seorang laki-laki berwajah ganas. Terlihat nyata golok yang terikat disabuk ikat pinggang. Dan terjadilah percakapan antara anak santri itu dengan sang perampok.

  • Perampok : Apa yg kau bawa didalam tasmu itu?
  • Santri : Didalam tasku ada uang dan emas untuk bekal selama mengikuti pesantren
  • Perampok : Kenapa kamu begitu jujur? Apa kamu tidak takut saya rampas semua harta kamu?
  • Santri : Sudah menjadi kewajiban saya untuk tidak berbohong, karena saya hendak berangkat orang tua saya berpesan untuk tidak berbohong dalam kondisi apapun.
  • Perampok : Banyak orang yang menutupi hartanya dengan kebohongan agar hartanya tidak saya rampas. Tapi kamu berbeda dengan orang-oranh biasanya. Jadi saya memutuskan untuk tidak merampok harta kamu karena kamu sudah jujur dan memegang teguh amanah oranh tua kamu.
  • Santri : Terima kasih, bolehkah saya melanjutkan perjalanan kembali?
  • Perampok : Silahkan, saya akan mengawal kamu agar tidak dirampok sama teman-temanku yang lain.
Begitulah ceritanya kurang lebih yang saya dapatkan dari seorang ustadz ketika ceramah. Bahwasanya ketika itu kejujuran sang santri dapat menyelamatkan harta dan jiwanya.

Sekian postingan artikel yang berjudul "Kejujuran Yang Menyelamatkan Jiwa Sang Santri", saya harapkan kalian mendapat inspirasi untuk selalu jujur dalam situasi apapun. Diri saya pribadi ingin selalu berkata jujur untuk selamat dunia dan akhirat.

Ditulis Oleh : Antoni Clianto

Saturday, July 5, 2014

Budak Yang Ternyata Wali Allah SWT

Budak-Yang-Ternyata-Wali-Allah-SWTArtikel kali ini adalah sambungan cerita dari postingan berjudul "ulama yang pakaiannya kotor". Silahkan di simak atau jika belum membaca artikel sebelumnya silahkan membacanya. Agar dapat mengetahui cerita selengkapnya.

Ulama yang pakaianya kotor itu pun tidak mengganti pakaiannya ataupun beranjak pulang. Ia melanjutkan ceramah untuk mengisi acara yang sedang berlangsung. Dalam ceritanya beliau menceritakan tentang seorang budak yang ternyata seorang wali Allah.

Ulama itu memulai ceramahnya dan beginilah isi ceramahnya kurang lebih. Pada zaman dahulu kala ada suatu perkampungan yang sangat kering. Hujan tak kunjung datang untuk menyapu dasar tanah. Kekeringan dan kelaparan terjadi dimana-mana.

Sudah banyak cara untuk mengundang hujan turun. Namun, hujan pun tidak turun juga. Akhirnya tokoh masyarakat setempat berencana untuk mengadakan solat istiqoh ( solat meminta hujan ). Hanya itu salah satu cara untuk meminta hujan kepada Allah SWT. Sudah seharusnya seorang hamba meminta pertolongan kepada sang pencipta langit dan bumi.

Pada saat waktu yang ditentukan tiba. Masyarakat pun berbondong-bondong untuk melakukan solat istiqoh. Dengan pakaian bagus nan indah ulama dan masyarakat melaksanakan solat istiqoh. Namun hujan pun tidak turun juga setelah solat dilaksanakan. Mereka pun semua kebingungan dan sedikit kecewa karena hujan tidak turun.

Tak lama masyarakat dan sesepuh membubarkan diri, munculah seorang pemuda berpakaian sederhana. Ia langsung mengangkat kedua tangannya untuk berdo'a. Seketika hujan pun turun dari langit membasahin bumi. Para jama'ah pun terkejut akan do'a pemuda itu yang langsung dikabulkan oleh Allah SWT.

Sesepuh dan parah ulama setempat langsung hendak menghampiri pemuda tersebut. Namun sang pemuda itu berlari dengan cepat. Karena rasa penasaran semua kalangan masyarakat, akhirnya mereka semua mengikuti sang pemuda tersebut.

Sampailah pemuda itu dan bergegas untuk masuk ketempat dimana dia tinggal dan bekerja. Masyarakat pun akhirnya mengikuti pemuda, para ulama sudah mengetahui bahwa dia itu adalah seorang wali Allah. Karena ketika dia berdoa maka doanya langsung dikabulkan.

Akhirnya para ulama dapat menemuinya dan berbincang sedikit namun diperbincangan yang sedang berlansung, pemuda itu meminta izin untuk solat terlebih dahulu. Lalu masuklah pemuda itu untuk melaksanakan solat dan berdoa.

“Ya Allah, Kewalian hamba sudah diketahui banyak orang. Maka matikan lah hamba segera.”
Terlalu lama ulama-ulama yang menunggu diluar, untuk menanyakan kepada pemuda tersebut banyak hal. Mereka tidak mengetahui bahwasanya sang pemuda tersebut telah dipanggil menghadap Allah SWT. Karena tidak sabar para ulama langsung masuk ke dalam tempat dimana pemuda itu melaksanakan solat. Namun mereka mendapatkan pemuda itu sudah tidak bernafas lagi alias meninggalkan dunia yang fana ini.

Dari cerita diatas dapat disimpulkan, bahwa kita tidak boleh menilai orang hanya dari luarnya saja. Kita harus menghormati setiap manusia apabila ingin dihormati.
Jangan karena dia seorang budak maka dengan seenaknya kita memperlakukannya. Kita harus adil kepada semua orang tanpa membedakan perbedaan. Demikianlah cerita yang berjudul "Budak Yang Ternyata Wali Allah SWT".

Salam berbagi
Ditulis oleh Antoni Clianto

Saturday, May 24, 2014

Ulama Yang Pakaiannya Kotor

Manusia itu adalah makhluk istimewa yang telah dipercaya dan mendapatkan amanat Allah SWT untuk menjadi khalifah dibumi. Allah SWT menciptakan manusia dengan berbagai bentuk dan berbeda status sosialnya. Ada yang miskin dan ada yang kaya. Namun kebanyakan dari kita memandang seseorang dari penampilan atau status sosialnya. Sebenarnya itu sangat disayangkan sekali.
Cerita dibawah ini adalah tentang ulama dihargai karena pakaiannya. Saya dapatkan cerita ini dari guru ngaji dan sedikit ditambahkan agar enak untuk dibaca dan mudah dipahami.
Ada seorang ulama besar yang sangat pandai dan telah terkenal akan ilmunya bukan popularitasnya. Sang ulama yang selalu tampil rapi memakai imama. Selalu hadir tepat waktu dan selalu hadir. Jika tidak hadirpun pasti ada keperluan yang mendadak dan darurat.
Suatu ketika ulama tersebut diundang untuk mengisi ceramah agama disuatu daerah. Akhirnya pada hari yang ditentukan ulama tersebut datang untuk memberikan ceramah agama. Setelah sampai ditempat parkir yang sangat luas, ulama segera memasuki mesjid.
Sambutan yang meriah begitu berasa ketika akan memasuki mesjid. Iring-iringan marawis yang sangat meriah dan adanya petasan untuk isyarat bahwa yang ceramah telah tiba. Sepanjang jalan menuju mesjid ulama itu menjadi pusat perhatian.
Saat memasuki mesjid, para jamaah segera menghampiri ulama tersebut untuk cium tangan. Banyak sekali yang cium tangan sampai memakan waktu yang tidak sebentar. Setelah selesai ulama itu duduk sejenak sebelum ceramah untuk istirahat.
Setelah dirasa cukup waktu istirahat, panitia langsung memberikan kesempatan untuk ceramah. Namun apa yang dilakukan ulama itu. Sang ulama itu mengambil makanan yang ada lalu membaluri ke pakaiannya yang putih bersih sehingga kotor.
Para jamaah terheran-heran melihat peristiwa itu. Kenapa sang ulama tersebut bukannya memberikan ceramah, tapi malah berbuat seperti itu. Salah satu dari mereka bertanya kepada ulama tersebut.
Jamaah : kyai kenapa pakaiannya diusap-usap dengan makanan? 
Ulama : saya akan kembali bertanya pada jamaah. Kenapa saya begitu dihormati dengan pakaian yang seperti ini? Beberapa saat lalu saya menghadiri acara agama seperti ini dengan memakai pakaian sederhana. Tidak ada satupun iring-iringan dan penghormatan yang berlebihan seperti yang saya dapat hari ini. Apakah dengan pakaian yang bagus kalian menghormati seseorang? Jika terlihat tidak enak kalian beri hinaan dibelakangnya.
Semua jamaah yang hadir terdiam dan tidak bisa berkata-kata. kemudian setelah kejadian itu sang ulama tersebut tetap memberikan ceramah agama dengan pakaian yang kotor dengan makanan.

Lanjut membaca artikel sambungan dari postingan ini yaitu Budak yang Ternyata Wali Allah SWT.
Ditulis oleh Antoni CLianto

Friday, April 18, 2014

Anak Adalah Sebuah Amanah


Anak adalah sebuah anugrah sekaligus amanah yang diberikan Allah SWT kepada kita semua. Sebuah amanah yang harus kita jaga dan didik sebaik-baiknya. Anak juga cerminan dari orang tuanya. Ibaratnya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.

Apabila anda saat ini telah menjadi ayah, didiklah anak itu sebaik-baiknya dengan cinta dan kasih sayang. Karena anak kelak dapat menyelamatkan anda di akhirat nanti , jika menjadi anak yang sholeh/sholeha. Celakanya jika kita salah mendidik , anak itu akan meminta pertanggung-jawaban kita nanti kelak di akhirat.

Di zaman sekarang, anak-anak sangat sulit diatur atau menghormati orang yang lebih tua. Bukan bermaksud ingin dihargai sebagai yang lebih tua. Namun, sudah seharusnya orang lebih tua dihormati. Sama seperti ketika aku masih kecil. Orang yang lebih tua itu harus dihormati.

Melihat cerminan anak sekarang yang sangat sulit diatur dan apabila dilarang malah semakin jadi, membuatku sangat miris sekali. Aku bertanya-tanya dalam hati " apakah orang tuanya tidak mengajarkan ? Atau memang anaknya yang nakal.

Orang tua harus berusaha mendidik anak-anak dengan baik dan benar. Dari kecil harus diajarkan agama. Agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Pemahaman tentang agama itu sangat penting untuk ditanam sejak dini.

Demikianlah tulisan kali ini tentang "anak adalah sebuah amanah". Penulis tidak bermaksud menjadi tua dan lebih berpengalaman dari pembaca. Namun disini , penulis hanya semangat berbagi dan mengingatkan. Apabila berkenan silahkan berkomentar dikolom yang terdapat dibawah ini.

Ditulis oleh Antoni Clianto